Blessed to be Bless

By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti – Jumat, 20 Agustus

VIVAnews – Ramadan selalu meninggalkan kesan dengan tradisi berbuka puasa bersama. Aneka jenis makanan enak yang tersaji rasanya layak disantap setelah menahan lapar lebih 12 jam. Tanpa peduli masalah kolesterol yang mengancam.

Dokter pesialis penyakit syaraf dari Yayasan Stroke Indonesia, Dr H Sutarto Prodjo Disastro, Sp S, mengingatkan, mengatur pola makan selama menjalani puasa penting. Jangan sampai kolesterol bermasalah yang bisa memicu aneka penyakit mematikan.

“Perlu dikontrol dan kurangi makanan mengandung lemak tinggi seperti jeroan, gorengan dan makanan bersantan,” katanya, di sela acara ‘Kontrol Kolesterol di Bulan Ramadhan’, Jakarta, pekan ini.

Kolesterol adalah ukuran lemak dalam darah. LDL (low-density lipoprotein) adalah jenis kolesterol jahat yang bisa memicu penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung dan stroke. Kondisi sehat, LDL tak lebih dari 150 mg/dl.

Sedangkan HDL (high-density lipoprotein) adalah jenis kolesterol baik yang bisa  membantu mengeluarkan LDL dari arteri. Akan semakin baik bila tubuh memiliki banyak kolesterol baik. Usahakan HDL tak kurang dari 40 mg/dl. Kondisi terbaik adalah lebih dari 60 mg/dl.

Ia memaparkan tiga cara sederhana mengontrol kolesterol, di antaranya,

1. Diet rendah lemak

Mengurangi atau menghindari makanan berlemak tinggi adalah salah satu cara mudah mengontrol kolesterol. Di dalam makanan terdapat tiga macam lemak yaitu saturated (lemak jenuh), monosaturated (lemak tidak jenuh dengan rantai tunggal), dan polyunsaturated (lemak tak jenuh ganda).

Idealnya, konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30 persen, karbohidrat 50-60 persen, dan protein 20 persen. Usahakan konsumsi makanan berkolesterol tidak lebih 300 miligram per hari.

2. Olahraga teratur

Tetap aktif saat puasa tidak akan membuat tubuh lemas. Jadi, jangan lupakan olahraga. Sebab, kurang aktifitas fisik merupakan faktor utama penyebab berkembangnya penyakit arteri koroner dan stroke.

Tak hanya itu, kurang gerak juga bisa menyebabkan risiko kesehatan lain, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah, dan diabetes. Jenis olahraga yang efektif untuk menurunkan kadar kolesterol adalah latihan melibatkan otot-otot besar seperti paha, lengan atas, dan pinggul.

Aktivitas olah tubuh berintensitas sedang jika dilakukan setiap hari memiliki manfaat untuk kesehatan jangka panjang. Aktivitas seperti berjalan-jalan, berkebun, dan membersihkan rumah tetap bisa Anda lakukan meski sedang menjalankan ibadah puasa.

3. Kepatuhan

Selain diet dan olahraga dengan benar, disiplin terhadap gaya hidup sehat adalah kunci keberhasilan mengendalikan kolesterol. Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah di laboratorium minimal 6 bulan sekali.

Konsultasi dengan dokter dan minum obat penurun kolesterol juga bisa membantu mengontrol kolesterol. Tapi ingat pemilihan obat yang dikonsumsi juga harus berdasarkan rekomendasi dokter. Faktor keamanan dan bukti klinis suatu obat juga harus menjadi bahan pertimbangan jika obat tersebut akan dikonsumsi untuk jangka panjang. (pet)

Sumber: http://id.news.yahoo.com/viva/20100820/tls-cara-mudah-kontrol-kolesterol-34dae5e.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: